https://banjarbaru.times.co.id/
Berita

Warga di Bondowoso Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Pakan Sapi, Diminati Luar Daerah

Minggu, 30 November 2025 - 18:22
Warga di Bondowoso Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Pakan Sapi, Diminati Luar Daerah Limbah kulit kopi mampu diolah jadi pakan sapi oleh salah satu pelaku usaha di Kabupaten Bondowoso (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMES BANJARBARU, BONDOWOSO – Inovasi warga di Desa Tanah Wulan, Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso ternyata mampu menghasilkan cuan dari limbah.

Adalah Ciptono, seorang pengusaha kopi lokal, yang berhasil menyulap limbah kulit kopi yang selama ini dianggap tak bernilai, menjadi produk pakan sapi fermentasi dengan nilai jual tinggi.

Melalui proses fermentasi dan pengolahan sederhana, limbah kulit kopi yang biasanya terbuang kini berubah menjadi komoditas yang diminati para peternak.

Terobosan ini bukan hanya menjawab persoalan limbah pertanian, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.

Pakan fermentasi berbahan dasar kulit kopi tersebut memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi ternak dan dibanderol dengan harga lebih ekonomis dibandingkan pakan komersial.

Tingginya kebutuhan peternak membuat permintaan pasar terus meningkat, memberikan omzet menjanjikan bagi Ciptono.

“Kami ingin menunjukkan bahwa limbah pun bisa bernilai. Dengan pengolahan yang tepat, kulit kopi dapat menjadi pakan alternatif yang bermanfaat dan mampu menambah pendapatan masyarakat,” kata Ciptono. 

Pemerintah desa serta kelompok tani ternak memberikan apresiasi atas inovasi tersebut, menilai langkah Ciptono sejalan dengan upaya pengembangan ekonomi berbasis pemberdayaan masyarakat.

Ide Awal yang Inovatif

Ciptono menjelaskan, ide ini muncul dari proses pengupasan kopi menggunakan mesin pulper. Kulit kopi yang terbuang kemudian digiling menggunakan Hammer Mill untuk mendapatkan tekstur halus. 

Selanjutnya, bahan dicampur dengan tepung udang dan tepung pelengket hingga menjadi pelet pakan fermentasi dengan nilai gizi lebih baik.

Menurutnya, pakan sapi kulit kopi ini dikirim ke sejumlah daerah. Yakni Tasikmalaya, Pasuruan, dan Probolinggo. Namun masih dijual dalam bentuk mentah, harganya Rp 800 rupiah hingga Rp 1.000 per kilogram. 

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bondowoso memberikan dukungan berupa bantuan alat produksi, seperti Hammer Mill agar proses pengolahan bisa dilakukan mandiri dalam skala besar. 

Dengan alat tersebut kata dia, bahan baku yang melimpah di daerahnya bisa diolah menjadi produk siap jual. “Ada lebih dari 200 ton kulit kopi yang bisa saya olah. Dengan alat sendiri, saya tidak perlu menjualnya dalam bentuk mentah,” tambahnya.

Keunggulan Pakan untuk Ternak

Menurut Ciptono, pakan fermentasi dari kulit kopi memiliki banyak keunggulan. Kandungan seratnya baik untuk pencernaan ternak, sementara karbohidratnya menjadi sumber energi. 

Selain itu lanjut dia, kulit kopi mengandung mineral seperti kalsium dan fosfor, bahkan memiliki potensi antioksidan yang mendukung kesehatan dan produktivitas sapi.

Dari sisi ekonomi, inovasi ini membantu menekan biaya pakan sekaligus memberikan peluang bagi petani untuk memanfaatkan limbah kopi sebagai produk turunan bernilai ekonomi.

“Setiap tahun saya mengirim 200 sampai 500 ton limbah kopi, dan usaha ini sudah saya jalankan selama 10 tahun,” pungkasnya. (*)

Pewarta : Moh Bahri
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Banjarbaru just now

Welcome to TIMES Banjarbaru

TIMES Banjarbaru is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.